Akhirnya Datang Juga? Google Dikabarkan Hidupkan Kembali Fitur "Split Screen" Android Auto yang Tertunda!
Teknologi - Bagi para pengguna Android Auto, perangkat hiburan di mobil seringkali menjadi teman setia dalam perjalanan. Mulai dari navigasi, mendengarkan musik, hingga menerima panggilan, semuanya terintegrasi dengan mulus. Namun, ada satu janji dari Google yang sudah berbulan-bulan dinantikan dan belum juga terealisasi: kemampuan untuk memutar media dengan cara baru yang lebih canggih, terutama fitur tampilan layar terpisah (split screen) yang lebih fungsional.
Kabar gembira kini berembus kencang! Indikasi terbaru menunjukkan bahwa Google akhirnya benar-benar serius untuk menghadirkan fitur "Coolwalk" yang sudah lama digembar-gemborkan, terutama fokus pada tampilan layar terpisah yang lebih adaptif dan informatif untuk media.
Janji yang Tertunda: Mengapa Fitur Ini Begitu Penting?
Sejak pertengahan tahun lalu, Google sudah memamerkan desain ulang Android Auto dengan kode nama "Coolwalk". Salah satu daya tarik utamanya adalah kemampuan untuk menampilkan beberapa aplikasi sekaligus di layar mobil, mirip dengan fitur split screen di tablet atau PC. Artinya, Anda bisa melihat navigasi di satu sisi, sementara di sisi lain menampilkan kontrol media (musik, podcast) atau bahkan pesan masuk.
Saat ini, Android Auto umumnya menampilkan satu aplikasi dominan dalam satu waktu. Jika Anda ingin mengganti lagu sambil melihat peta, Anda harus beralih aplikasi, yang tentu saja bisa mengganggu konsentrasi berkendara dan mengurangi pengalaman intuitif. Dengan split screen, semua informasi penting bisa terlihat dalam satu pandangan, meningkatkan keamanan dan kenyamanan.
Bocoran Terbaru: Apa Saja yang Berubah?
Para pengembang dan data miner yang rajin mengamati kode-kode aplikasi Google menemukan petunjuk kuat dalam pembaruan Android Auto terbaru. Meskipun Google belum mengeluarkan pengumuman resmi, ada beberapa temuan menarik:
- Widget Media yang Adaptif: Desain baru memungkinkan kontrol media (album art, tombol play/pause, skip) untuk menyesuaikan diri dengan ukuran layar. Jika layar cukup lebar, widget akan menampilkan detail lebih banyak. Jika layar lebih kecil, widget akan menyederhanakan tampilannya agar tidak memakan banyak tempat.
- Integrasi Lebih Dalam: Fitur ini tidak hanya sekadar menampilkan media player, tetapi juga akan berinteraksi lebih baik dengan aplikasi lain. Misalnya, jika Anda sedang mendengarkan podcast dan ada notifikasi dari Google Maps, informasi notifikasi bisa muncul tanpa mengganggu pemutaran media.
- Fleksibilitas Desain: Google tampaknya memberikan perhatian khusus pada bagaimana layout layar akan bekerja di berbagai ukuran layar mobil yang sangat bervariasi. Dari layar vertikal, horizontal, hingga yang sangat lebar, Coolwalk dirancang untuk beradaptasi dengan mulus. Ini adalah tantangan teknis yang besar dan menjadi salah satu alasan mengapa fitur ini tertunda.
Mengapa Membutuhkan Waktu Lama?
Mengembangkan fitur semacam ini untuk ekosistem Android Auto yang sangat beragam bukanlah perkara mudah. Ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab penundaan:
- Variasi Hardware: Ada ratusan model mobil dengan sistem infotainment yang berbeda-beda, resolusi layar yang tidak standar, dan rasio aspek yang unik. Memastikan fitur split screen bekerja dengan baik di semua konfigurasi membutuhkan pengujian yang sangat ekstensif.
- Keamanan Berkendara: Prioritas utama Google adalah keselamatan pengemudi. Desain interface harus intuitif, mudah dibaca, dan tidak mengalihkan perhatian. Pengujian UX (User Experience) yang ketat diperlukan untuk memastikan fitur baru ini tidak justru menambah risiko kecelakaan.
- Integrasi Aplikasi Pihak Ketiga: Fitur split screen harus bisa bekerja tidak hanya dengan aplikasi Google sendiri, tetapi juga dengan aplikasi media pihak ketiga seperti Spotify, Joox, atau aplikasi podcast lainnya. Ini memerlukan koordinasi yang kompleks dengan para pengembang aplikasi.
- Optimasi Performa: Menjalankan dua atau lebih aplikasi secara bersamaan bisa membebani prosesor mobil. Google perlu memastikan bahwa performa tetap lancar tanpa lag atau crash.
Kapan Kita Bisa Mengharapkannya?
Meskipun bocoran menunjukkan fitur ini semakin dekat, Google jarang memberikan tanggal pasti untuk peluncuran fitur. Namun, fakta bahwa kode-kode baru terus muncul dan semakin lengkap menunjukkan bahwa peluncuran ke publik mungkin hanya tinggal menunggu waktu. Bisa jadi dalam beberapa pembaruan minor Android Auto ke depan, atau melalui server-side update yang tidak memerlukan pembaruan aplikasi secara langsung.
