Apakah Android PC Milik Google Sedang Mengambil Inspirasi dari HarmonyOS?
Teknologi - Dunia teknologi sedang dihebohkan dengan kabar bahwa Google tengah serius menggarap Android PC mode. Langkah ini digadang-gadang sebagai upaya Google untuk mengubah ekosistem Android dari yang tadinya sekadar sistem operasi ponsel menjadi mesin produktivitas yang mampu menandingi laptop.
Namun, jika kita melihat lebih dekat pada fitur-fitur yang bocor, para pengamat teknologi menyadari sesuatu yang menarik: banyak elemen yang tampak sangat familiar. Pertanyaan pun muncul, apakah Google sedang mengamati dan mengambil inspirasi dari HarmonyOS milik Huawei?
Pergeseran Fokus: Dari Hiburan Menuju Produktivitas
Selama bertahun-tahun, Android pada perangkat layar besar seperti tablet sering dikritik sebagai "ponsel yang dipaksa besar". Antarmukanya kaku dan banyak aplikasi yang tidak teroptimasi. Di sisi lain, Huawei, yang terpaksa mandiri karena dinamika perdagangan global, justru lebih dulu melompat dengan konsep "Super Device".
HarmonyOS berhasil menciptakan jembatan yang mulus antara perangkat mobile dan pengalaman desktop. Sekarang, Google tampak mengejar ketertinggalan tersebut dengan mengadopsi beberapa elemen kunci yang sebelumnya menjadi ciri khas Huawei.
Kemiripan yang Sulit Diabaikan
Ada beberapa fitur utama dalam pengembangan Android PC yang terasa sangat identik dengan apa yang sudah ditawarkan oleh HarmonyOS:
- Taskbar yang Canggih: Google kini sedang menguji taskbar statis yang memungkinkan pengguna berpindah aplikasi dengan cepat, sebuah fitur yang sudah menjadi standar kenyamanan di HarmonyOS selama beberapa tahun terakhir.
- Manajemen Jendela (Windowing): Kemampuan untuk membuka banyak aplikasi secara bebas, mengubah ukurannya, dan menumpuknya (seperti di Windows) kini mulai disempurnakan oleh Google. Konsep ini sangat mirip dengan cara HarmonyOS menangani aplikasi ponsel agar bisa tampil proporsional di layar lebar.
- Ekosistem Lintas Perangkat: Fokus Google pada layanan antar-perangkat (Cross-Device Services) mencerminkan visi "Super Device" milik Huawei, di mana ponsel, tablet, dan earphone bekerja sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Mengapa Google Melakukan Ini Sekarang?
Langkah Google ini bukan tanpa alasan. Mereka sedang menghadapi tekanan besar dari berbagai sisi. Pertama, iPadOS dari Apple terus memperkuat posisinya di pasar tablet premium. Kedua, tren perangkat lipat (foldables) yang semakin populer menuntut sistem operasi yang bisa bertransisi secara instan dari mode genggam ke mode kerja.
Selain itu, kesuksesan HarmonyOS di pasar domestik China membuktikan bahwa konsumen sangat mendambakan fleksibilitas. Google menyadari bahwa jika mereka tidak segera menawarkan pengalaman "PC mode" yang matang, pengguna Android kelas atas mungkin akan melirik ekosistem lain.
Perbedaan di Balik Kemiripan
Meskipun secara visual dan fungsional tampak mirip, keduanya memiliki fondasi yang berbeda. HarmonyOS sangat bergantung pada integrasi hardware Huawei yang sangat ketat untuk menciptakan koneksi instan. Sementara itu, Google lebih mengandalkan kekuatan cloud dan integrasi akun Google untuk menghubungkan berbagai merk perangkat yang berbeda-beda.
Jika Huawei membangun benteng ekosistem yang eksklusif, Google berusaha membangun standar baru yang bisa digunakan oleh berbagai produsen seperti Samsung, Xiaomi, hingga Pixel mereka sendiri.
Kesimpulan
Dalam industri teknologi, garis antara "mencontek" dan "mengikuti standar terbaik" memang sangat tipis. Apa yang dilakukan Google pada Android PC bisa jadi adalah pengakuan secara tidak langsung bahwa strategi Huawei melalui HarmonyOS adalah langkah yang benar.
Pada akhirnya, persaingan ini sangat menguntungkan kita sebagai konsumen. Kita akan segera melihat era di mana tablet Android bukan lagi sekadar alat untuk menonton video, melainkan perangkat kerja yang bertenaga, fleksibel, dan pintar.
