Membongkar Rahasia Charger Murah 600W: Klaim Menggiurkan, Isinya Mengerikan

 

Teknologi - Belakangan ini, pasar toko daring (marketplace) dibanjiri oleh perangkat pengisian daya atau charger dengan angka watt yang fantastis. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah charger berlabel 600W yang dijual dengan harga sangat miring bahkan lebih murah dari charger orisinal ponsel pintar yang hanya 20W.

Karena penasaran dengan klaim "kekuatan super" tersebut, saya memutuskan untuk membelinya, mengujinya secara teknis, dan akhirnya membongkar paksa casing plastiknya. Apa yang saya temukan di dalam bukan hanya mengecewakan, tapi juga membahayakan.

Ekspektasi vs. Realita: Pengujian Beban

Sebelum dibongkar, saya mencoba menghubungkan charger ini ke beban elektronik untuk melihat sejauh mana ia bisa bertahan. Hasilnya? Baru menyentuh angka 45 Watt, charger tersebut mulai mengeluarkan bau hangus plastik dan suhu casing meningkat drastis hingga 70°C.

Klaim 600W yang tertulis di label hanyalah angka fiktif yang dicetak untuk menarik pembeli awam. Secara teknis, untuk menghasilkan daya 600W secara stabil, sebuah perangkat membutuhkan komponen berukuran besar dan sistem pendingin yang sangat mumpuni. Charger sekecil genggaman tangan ini jelas mustahil melakukannya.

Membedah Isi: Komponen yang "Ngeri-Ngeri Sedap"

Setelah casing dibuka menggunakan alat congkel, kebohongan di baliknya semakin terlihat jelas. Berikut adalah poin-poin krusial yang saya temukan:

  • Trafo yang Terlalu Kecil: Jantung dari sebuah charger adalah transformator (trafo). Di dalam charger "600W" ini, trafonya bahkan lebih kecil dibandingkan charger laptop 65W standar. Trafo sekecil ini tidak akan pernah bisa mengalirkan arus tinggi tanpa meledak atau terbakar.
  • Kualitas Solder yang Berantakan: Jalur-jalur timah di papan sirkuit (PCB) terlihat sangat kasar. Ada banyak sisa fluks dan percikan timah yang berisiko menyebabkan hubungan arus pendek (short circuit).
  • Absennya Komponen Keamanan: Saya tidak menemukan adanya sekring (fuse) yang memadai atau komponen Protective Earth. Lebih parahnya lagi, jarak antara jalur tegangan tinggi (AC) dan tegangan rendah (DC) sangat dekat. Ini adalah resep sempurna untuk terjadinya sengatan listrik ke pengguna.
  • Pemberat Palsu: Untuk memberikan kesan "solid" dan mahal, produsen menempelkan sekeping besi berat di dalam casing menggunakan lem bakar. Besi ini sama sekali tidak memiliki fungsi elektronik; tujuannya hanya untuk menipu tangan pembeli agar merasa charger ini berkualitas karena berat.

Mengapa Ini Berbahaya?

Membeli charger murah dengan klaim palsu bukan sekadar masalah kerugian uang. Ada risiko nyata yang mengintai:

  1. Risiko Kebakaran: Komponen yang dipaksa bekerja di luar kapasitasnya akan menghasilkan panas berlebih yang bisa memicu api.
  2. Kerusakan Gadget: Tegangan output yang tidak stabil (banyak noise/ripple) dapat merusak baterai dan IC power ponsel mahal Anda dalam jangka panjang.
  3. Sengatan Listrik: Isolasi yang buruk antara arus PLN dan output USB bisa membuat Anda tersengat listrik saat menyentuh ujung kabel charger.

Kesimpulan: Jangan Tergiur Angka Fantastis

Pelajaran berharga dari eksperimen ini adalah: Jika sesuatu terlihat terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, biasanya memang begitu. Tidak ada teknologi saat ini yang bisa mengemas daya 600W ke dalam adaptor kecil seharga puluhan ribu rupiah.

Selalu prioritaskan keamanan dengan membeli produk dari merek yang memiliki reputasi jelas dan sertifikasi keamanan yang sah. Lebih baik keluar uang sedikit lebih banyak daripada harus kehilangan rumah karena kebakaran atau merusak ponsel kesayangan.

 

 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel