Selamat Tinggal ‘Deadname’: Gmail Kini Izinkan Pengguna Ganti Alamat Email Tanpa Hapus Akun

 

Teknologi - Bagi sebagian besar orang, alamat email mungkin hanyalah sekumpulan karakter untuk berkirim pesan. Namun, bagi individu transgender dan non-biner, alamat email yang masih memuat ‘deadname’ (nama lama sebelum transisi) bisa menjadi beban emosional yang berat.

Selama bertahun-tahun, pengguna Gmail terjebak dalam dilema: tetap menggunakan alamat email lama yang menyakitkan atau membuat akun baru dan kehilangan seluruh data, mulai dari kontak, dokumen Drive, hingga sejarah YouTube. Namun, perubahan besar akhirnya tiba di penghujung tahun 2025 ini.

Apa yang Berubah?

Google secara bertahap mulai menggulirkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengubah alamat utama @gmail.com mereka secara langsung. Ini adalah terobosan besar karena sebelumnya alamat @gmail.com dianggap permanen dan tidak bisa diubah tanpa membuat akun dari nol.

Dengan kebijakan baru ini, pengguna tidak perlu lagi melakukan migrasi data yang rumit. Anda bisa mengganti identitas digital Anda agar selaras dengan identitas diri yang sekarang, tanpa kehilangan satu pun file penting.

Mengapa Ini Penting?

Penggunaan deadname dalam komunikasi profesional maupun personal sering kali memicu gender dysphoria atau memaksa seseorang untuk "out" (mengungkap identitas transisi) sebelum mereka siap. Fitur ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan langkah besar menuju inklusivitas digital.

Cara Kerja Fitur Baru Gmail

Berdasarkan pembaruan sistem yang sedang diluncurkan, berikut adalah poin-poin utama yang perlu Anda ketahui:

·         Data Tetap Utuh: Semua foto di Google Photos, file di Drive, riwayat pembelian di Play Store, dan langganan YouTube tetap tersimpan di akun yang sama.

·         Sistem Alias Otomatis: Alamat email lama Anda tidak akan langsung hilang. Alamat tersebut akan berubah menjadi "alias". Artinya, jika ada kolega yang masih mengirim email ke alamat lama, pesan tersebut akan tetap masuk ke kotak masuk (inbox) Anda yang baru.

·         Login Fleksibel: Anda bisa masuk (login) ke layanan Google menggunakan alamat email baru maupun lama.

·         Keamanan Terjamin: Dengan mengubah alamat email, Anda juga bisa memutus jejak digital lama yang mungkin mengganggu privasi Anda.

Aturan dan Batasan

Meskipun sangat membantu, Google tetap memberikan beberapa batasan untuk mencegah penyalahgunaan:

1.      Limit Frekuensi: Anda hanya bisa mengganti alamat email maksimal 3 kali.

2.      Masa Tunggu: Setelah melakukan perubahan, Anda harus menunggu selama 12 bulan sebelum bisa menggantinya kembali.

3.      Ketersediaan Wilayah: Fitur ini diluncurkan secara bertahap (gradual rollout). Jika belum muncul di akun Anda, kemungkinan besar akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan.

Cara Mengecek Apakah Anda Sudah Bisa Menggantinya

Untuk melihat apakah fitur ini sudah aktif di akun Anda, ikuti langkah berikut:

1.      Buka Akun Google Anda (myaccount.google.com).

2.      Pilih menu Info Pribadi di sisi kiri.

3.      Cari bagian Info Kontak dan klik pada Email.

4.      Lihat apakah ada opsi bertuliskan "Ubah Alamat Email Akun Google". Jika ada, Anda bisa langsung memulai proses penggantian nama.

Kesimpulan

Langkah Google ini membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang empatik. Memberikan kontrol penuh atas identitas digital adalah bentuk penghormatan terhadap perjalanan hidup setiap individu. Bagi komunitas trans, ini adalah kemenangan kecil yang memberikan rasa aman dan kenyamanan lebih dalam berselancar di dunia maya.

 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel