Google Pensiunkan "Tiles" dan Gantikan dengan "Widgets" yang Lebih Hemat Baterai

 

Teknologi - Bagi pengguna smartwatch Android, menggeser layar ke kanan atau ke kiri untuk melihat informasi cepat seperti cuaca, target langkah, atau kontrol musik sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Fitur ini selama ini kita kenal dengan nama Tiles. Namun, Google baru saja mengumumkan perombakan besar-besaran untuk sistem operasi jam tangan pintar mereka, Wear OS 7.

Berikut adalah penjelasan mengenai Tiles dan Widgets:

  • Tiles adalah fitur lama pada Wear OS yang berfungsi sebagai kartu informasi satu layar penuh. Karena desainnya yang kaku dan memenuhi layar, fitur ini membatasi kreativitas pengembang aplikasi (developer) dan membuat pengguna harus banyak melakukan gesekan (swiping) layar jika ingin melihat banyak informasi yang berbeda.
  • Widgets (Wear Widgets) adalah fitur baru pada Wear OS 7 yang menggantikan Tiles. Berbeda dengan Tiles, Widgets mengadopsi bahasa desain yang serupa dengan widget di smartphone Android sehingga jauh lebih dinamis. Fitur ini hadir dalam dua format ukuran (kecil 2×1 dan besar 2×2), lebih hemat baterai berkat teknologi Remote Compose, serta bisa disusun ke dalam sistem tumpukan kartu (tile stack system).

Berikut adalah poin-poin perbedaan utama antara Tiles dan Widgets pada sistem operasi Wear OS:

  • Ukuran dan Fleksibilitas Tampilan
    • Tiles: Memiliki desain yang kaku karena harus memenuhi satu layar penuh (full screen) untuk satu jenis informasi saja.
    • Widgets: Jauh lebih dinamis dan fleksibel karena hadir dalam dua format ukuran, yaitu ukuran kecil (2×1) untuk pintasan ringkas dan ukuran besar (2×2) untuk informasi yang lebih padat.
  • Navigasi Pengguna
    • Tiles: Membikin pengguna harus banyak melakukan geseran layar (swiping) ke kanan atau ke kiri jika ingin melihat banyak informasi dari aplikasi yang berbeda.
    • Widgets: Memungkinkan informasi ditampilkan secara lebih ringkas dan bahkan bisa disusun ke dalam sistem tumpukan kartu (tile stack system) seperti pada One UI Watch milik Samsung.
  • Konsumsi Baterai dan Performa
    • Tiles: Cenderung lebih boros daya karena sistem pembaruannya belum seefisien framework baru.
    • Widgets: Jauh lebih hemat baterai (hingga 10% lebih efisien) karena didukung oleh framework Remote Compose. Sistem ini membuat widget bisa menangani animasi dan interaksi ringan secara mandiri tanpa perlu membangunkan keseluruhan aplikasi utama di latar belakang.
  • Kemudahan Bagi Pengembang (Developer)
    • Tiles: Memiliki batasan struktur yang membuat ruang kreativitas developer dalam mendesain aplikasi menjadi terbatas.
    • Widgets: Mengadopsi bahasa desain yang serupa dengan widget di smartphone Android, sehingga developer bisa membuat dan memindahkan widget ke ekosistem jam tangan dengan jauh lebih mudah.

Google memutuskan untuk mempensiunkan sistem Tiles layar penuh yang kaku dan menggantinya dengan fitur yang jauh lebih dinamis, yaitu Wear Widgets (Widget Wear OS). Langkah ini bukan sekadar ganti nama, melainkan revolusi cara kita berinteraksi dengan jam tangan pintar sekaligus membawa kabar baik untuk ketahanan baterai yang selama ini sering dikeluhkan.

Dari "Tiles" Menuju "Widgets": Apa yang Berubah?

Selama beberapa tahun terakhir, Tiles di Wear OS berfungsi seperti kartu informasi satu layar penuh. Desain ini terkadang membatasi kreativitas developer dan membuat pengguna harus banyak melakukan swiping jika ingin melihat banyak informasi berbeda.

Melalui Wear OS 7, Google mengadopsi bahasa desain widget yang serupa dengan yang ada di smartphone Android. Pendekatan ini menyatukan konstruksi desain antara ponsel dan jam tangan, sehingga para pengembang aplikasi (developer) bisa membuat dan memindahkan widget ke ekosistem jam tangan dengan jauh lebih mudah.

Widget baru ini nantinya hadir dalam dua format ukuran utama:

  • Ukuran 2×1 (Kecil): Cocok untuk menampilkan informasi ringkas atau pintasan satu fungsi, seperti status baterai atau tombol cepat untuk memulai olahraga.
  • Ukuran 2×2 (Besar): Memberikan ruang lebih luas untuk data yang lebih padat, misalnya grafik detak jantung atau daftar tugas harian.

Menariknya, perubahan ini diintegrasikan dengan baik ke dalam ekosistem Samsung. Jam tangan seperti lini Galaxy Watch tetap bisa memanfaatkan widget baru ini dan menyusunnya ke dalam sistem tumpukan kartu (tile stack system) bawaan One UI Watch milik mereka.

Rahasia Hemat Baterai: Framework "Remote Compose"

Bukan rahasia lagi jika jam tangan pintar sering kali kehabisan daya sebelum hari berakhir jika kita terlalu aktif menggunakan banyak fitur. Google paham betul akan masalah ini. Bersamaan dengan pengenalan Wear Widgets, mereka memperkenalkan framework UI jarak jauh baru bernama Remote Compose.

Sistem baru ini berjalan dengan arsitektur berbasis status (state-driven). Sederhananya, Remote Compose memungkinkan widget menangani animasi ringan dan interaksi sederhana secara mandiri di latar depan, tanpa perlu membangunkan (power up) keseluruhan aplikasi utama di latar belakang.

Dampaknya? Google mengklaim bahwa optimisasi daya pada Wear OS 7 ini dapat meningkatkan efisiensi baterai rata-rata hingga 10% lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Bagi pengguna perangkat lama tidak perlu berkecil hati. Google memastikan bahwa API untuk Wear Widgets ini memiliki kompatibilitas mundur (backward compatibility) penuh hingga Wear OS 4 ke bawah. Artinya, jam tangan pintar versi terdahulu tetap bisa mencicipi efisiensi performa dan kehalusan animasi baru ini lewat pembaruan aplikasi sederhana dari para developer.

Deretan Aplikasi Pertama yang Siap Mendukung

Google tidak hanya melemparkan konsep, mereka juga langsung memamerkan kerja sama dengan beberapa aplikasi pihak ketiga raksasa yang sudah siap bertransisi dari Tiles lama ke format Wear Widgets baru saat Wear OS 7 meluncur resmi nanti.

Beberapa aplikasi populer yang sudah siap mengadopsi fitur ini antara lain:

  • Spotify: Menawarkan kontrol musik yang lebih fleksibel dengan tampilan daftar putar mini atau rekomendasi lagu langsung dari pergelangan tangan Anda.
  • WhatsApp: Menyediakan akses cepat ke obrolan favorit, melihat pesan masuk terakhir, atau pintasan pesan suara tanpa harus membuka aplikasi penuh.
  • Peloton: Menampilkan pemantauan metrik latihan secara langsung (Live Updates) dengan tata letak yang jauh lebih ringkas.
  • Todoist: Memudahkan Anda menceklis daftar tugas harian langsung dari widget ukuran 2×2 dengan navigasi yang lebih responsif.

Selain aplikasi-aplikasi di atas, Wear OS 7 juga membawa integrasi asisten berbasis AI yang lebih mendalam lewat Gemini Intelligence. Fitur ini memungkinkan jam tangan memberikan bantuan proaktif secara personal, seperti melacak pesanan makanan atau menjalankan rangkaian tugas otomatis dari ponsel hanya dengan perintah suara yang minim ketukan.

Kapan Fitur Ini Bisa Dinikmati?

Saat ini, Google telah merilis Wear OS 7 Canary Emulator berbasis Android 17 agar para pengembang bisa mulai memigrasikan tampilan aplikasi mereka. Konsistensi antarmuka ini juga direncanakan menyambangi sistem Android Auto menjelang akhir tahun.

Bagi pengguna umum, kehadiran Wear Widgets secara menyeluruh kemungkinan besar baru bisa dinikmati secara penuh saat jam tangan pintar generasi terbaru yang mengadopsi Wear OS 7 resmi dirilis ke pasaran dalam beberapa bulan ke depan.

Satu hal yang pasti, langkah Google menyatukan konsep widget di HP dan jam tangan ini membuat masa depan perangkat wearable menjadi jauh lebih praktis, estetik, dan yang terpenting: tidak boros baterai lagi.

Melalui Wear OS 7, Google melakukan revolusi besar pada sistem operasi smartwatch dengan mengganti fitur Tiles yang kaku dan memenuhi layar menjadi Wear Widgets yang jauh lebih dinamis. Perubahan ini mengadopsi bahasa desain widget smartphone Android yang hadir dalam dua pilihan ukuran fleksibel (2×1 dan 2×2).

Selain menawarkan tampilan yang lebih ringkas dan mudah dinavigasi, kehadiran Wear Widgets yang didukung oleh framework Remote Compose ini membawa angin segar bagi ketahanan daya perangkat, karena diklaim mampu menghemat konsumsi baterai hingga 10%. Sejumlah aplikasi raksasa seperti Spotify, WhatsApp, Peloton, dan Todoist pun telah siap mendukung transisi ini demi memberikan pengalaman pengguna yang lebih praktis, estetik, dan efisien.

 


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel